Print

MASJID NABAWI

Masjid Nabawi, didirikan pada tahun pertama Hijrah. Pada waktu dibangun masjid itu kecil saja, tiangnya dari batang kurma, atapnya daun kurma, sebagai penerang di waktu malam dibakar pelepah kurma yang sudah kering. Kemudian di sisi masjid dibangun rumah untuk tempat tinggal Nabi bersama keluarganya.

Perbaikan dan perluasan Masjid Nabawi dilakukan terus-menerus. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, pada tahun 17 H., masjid diperluas dan tiang-tiangnya diganti dan dasarnya diberi pondasi batu, pintunya menjadi enam buah. Pada zaman Ustman bin Affan, atas permohonan penduduk Madinah, Masjid Nabawi diperluas dan diperbaiki lagi. Dindingnya diganti dengan batu serta tiang-tiangnya dari beton dan pondasi dari timah.

Masjid Nabawi adalah masjid agung kedua terbesar dalam sejarah Islam. Ada dua tempat yang selalu ramai dikunjungi oleh jamaah. Pertama bagian dalam masjid yang terletak antara makam Rasulullah dan mimbar, ditandai dengan pilar-pilar putih.

Nabi Muhammad s.a.w. pernah berkata: Di antara rumahku (sekarang makam) dan mimbar terletak sebuah kebun di antara kebun-kebun sorga.

Ummat Muhammad mana yang tidak ingin berada di sebuah kebun di antara kebun-kebun sorga itu? Para jamaah berduyun-duyun, berdesak-desakan shalat sunnat di tempat itu, berdo’a dan bercucuran air mata, menikmati berada di antara kebunkebun sorga. Nama tempat itu Raudlah.

Masih di dalam Masjid Nabawi, di sebelah kiri Raudlah, terdapat sebuah bangunan di mana dinding dan tiang-tiangnya serta keempat pintunya berhiaskan kaligrafi kuning keemasan. Di dalam bangunan itu terletak makam Rasulullah dan kedua sahabat beliau, Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Di sekeliling tempat itu selalu ramai dikunjungi jamaah. Mereka berdo’a dengan khusuk di sana. Betapa tidak, satu perasaan yang tidak mungkin dilukiskan dengan kata-kata, berada dekat makam junjungan kita, kekasih Allah. Keharuan yang tidak terhingga akan menggema dalam hati kita yang paling dalam.

Orang yang sedang melakukan ibadah haji pasti tidak akan melewatkan kesempatan mengunjungi Madinah, Masjid Nabawi khususnya. Disamping menziarahi makam Rasulullah, kita diberi kesempatan mengerjakan shalat arbain (shalat 40 waktu tanpa terputus).