Print

HAJAR ASWAD

Hajar Aswad adalah sebuah batu hitam yang terletak di sudut tenggara Ka'bah. Hajar Aswad mempunyai kisah tersendiri dan panjang, sama dengan kisah Ka'bah. Bahkan Hajar Aswad mempunyai kisah yang lebih dramatis karena ia pernah dirusak dan dicuri orang.

Ketika Nabi Ibrahim a.s. hampir selesai dalam membangun Ka'bah, beliau menyuruh anak lelakinya, Ismail a.s., untuk mencari batu yang baik diletakkan disana. Malaikat Jibril datang memberikan sebuah batu hitam kepada Ibrahim, itulah Hajar Aswad. Batu itu pernah disembunyikan dalam sumur Zamzam.

Dalam masa Qushay batu itu pernah terbakar, pecah menjadi tiga bagian. Oleh Ibnu Zubair dipateri dengan perak. Ketika Harun Al-Rasyid umrah dalam tahun 189 H., diperintahkannya agar Hajar Aswad dipasak dari atas dan dari bawah dengan berlian, karena khawatir perak pematri itu dapat goyang. Kemudian terjadi kejahatan yang dilakukan oleh suku Qamarith pada tahun 317 H. Batu itu mereka ambil dan dibawa ke negerinya. Setelah 22 tahun kemudian baru dikembalikan ke Makkah.

Pada tahun 413 H. terjadi lagi musibah pada Hajar Aswad itu. Seseorang memukul dan menusuknya, berakibat permukaan batu itu luka-luka. Tahun 1351 H. datang pula seorang laki-laki Persi dari Afganistan. Dicongkelnya sekeping dari Hajar Aswad, diambilnya sepotong kiswah dan sepotong perak dari tangga Ka'bah. Untung pencurian itu diketahui oleh penjaga Ka'bah. Orang itu ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Potongan Hajar Aswad yang dicuri itu kemudian dilekatkan kembali dengan bantuan ahlinya.